Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa beberapa situs berita ternama di Indonesia ada versi KWnya alias versi palsunya. Isi beritanya? Jelas ngawur dan gak jelas. Bagi yang cermat dan sering mengakses situs-situs berita yang asli, mungkin akan langsung menyadari dan tidak akan terpengaruh oleh berita-berita yang menyesatkan. Terlepas dari ada atau tidaknya situs-situs palsu ini, ada juga situs asli yang memang memberitakan informasi yang menyesatkan. Kalian tau sendiri lah ya, udah lumayan terkenal kok situs-situs ini. Bahkan seringkali berita-berita yang gak jelas sumbernya beredar di Facebook, Twitter, bahkan BBM atau SMS.
Lalu gimana caranya menemukan informasi yang benar? Cara untuk memilah dan memilih informasi?
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Agustus 2014
Jumat, 14 Februari 2014
Seberapa Tinggikah "Konsep Diri" Kalian?
Kebuntuan akan skripsi memaksa gue untuk kembali belajar, baca-baca buku yang gue punya. Surprisingly, banyak hal-hal menarik yang gue temukan. Atau emang gue aja yang gak pernah belajar, hahaha.
Singkat cerita, gue nemu quote yang menarik.
"Makin tinggi konsep diri seseorang, makin kurang orang itu berperilaku untuk menarik perhatian orang lain."
Selasa, 28 Januari 2014
Cara Bela Diri Mudah: Tips Untuk Mempertahankan Diri
Angka kejahatan dari hari ke hari semakin meningkat. Jelas kita semua selalu mengharapkan dan berdoa agar diberi keselamatan, namun kejahatan ada disekitar kita, dan bisa jadi kita lah yang akan menjadi target kejahatan tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang gak diinginkan, banyak orang yang memutuskan untuk belajar bela diri, baik belajar bela diri otodidak atau ikut bergabung dengan kegiatan bela diri setempat. Namun gak semua orang punya waktu dan minat untuk mempelajari bela diri. Terlepas dari hambatan-hambatan yang ada, sangat disarankan bagi siapapun, untuk setidaknya mempelajari teknik-teknik membela diri dalam keadaan terdesak, atau setidaknya tau hal-hal yang perlu dilakukan apabila berada dalam situasi yang membahayakan. Berikut ini adalah beberapa cara bela diri mudah, dan segala hal yang terdapat di artikel ini dapat dilakukan baik oleh pria maupun wanita.
Selasa, 21 Januari 2014
Realita Vs. Kata-Kata - Mario Teguh Melecehkan Korban Banjir?
Banjiiiir Banjiiiirrrrrr Banjiiiirrrrr
Lagi-lagi Jakarta "dapet hadiah." Di periode yang sama lagi, Januari-Februari. Bulan depan belum tentu banjir sih, tapi yah anggaplah satu dwiwulan yang sama hehe. Banjir di Jakarta udah jadi bencana tahunan, yang "dirayakan" setiap setahun sekali. Bisa jadi lebih, mengingat cuaca udah gak bisa ditebak lagi. Dulu kita masih bisa meraba-raba, katanya kalo bulan yang akhirannya "er" seperti September, Oktober, November, Desember, itu musim hujan. Tapi nyatanya sekarang udah gak gitu lagi, kadang hujan, kadang panasnya gila-gilaan.
Walaupun di beberapa media disebutkan bahwa curah hujan tahun ini lebih rendah dibanding tahun yang lalu, tapi dampaknya, menurut gue, jauh lebih besar. Kayaknya dulu gak sampe deh di Kampung Pulo sedalam 5-6 meter. Dan paling 1-2 hari udah surut, warga udah bisa balik kerumah, dan bersih-bersih. Tapi saat tulisan ini diterbitkan, ini udah hari kelima, dan BMKG sendiri memprediksi curah hujan akan masih tinggi sampai tanggal 22 Januari. Bagi yang terkena musibah, gue turut berduka cita, semoga musibah ini cepat berlalu.
Hari Minggu kemarin, gue nonton Mario Teguh. Topiknya "Bersabar Dalam Bencana," gue gak nonton semua tapi gue nonton saat segmen yang mempertemukan si Mario Teguh dengan 4 orang korban banjir, yang sebagian besar (kalo gak salah) tinggal di Kampung Pulo. Menarik nih, karena akhirnya, kali ini ada orang yang bener-bener susah hidupnya, yang berdiri di depan dan ngomong langsung sama si MT. Bukan mahasiswa galau, bukan fresh graduate sok idealis, bukan orang dewasa muda yang merasa dirinya pantas digaji tinggi. Kali ini, orang-orang berekonomi menengah ke bawah, bertingkat pendidikan rendah, dan bisa jadi jarang-jarang nonton newschannel. Orang-orang yang merasakan kerasnya hidup, dan bisa dibilang hampir mustahil dirubah cara pandangnya.
Lagi-lagi Jakarta "dapet hadiah." Di periode yang sama lagi, Januari-Februari. Bulan depan belum tentu banjir sih, tapi yah anggaplah satu dwiwulan yang sama hehe. Banjir di Jakarta udah jadi bencana tahunan, yang "dirayakan" setiap setahun sekali. Bisa jadi lebih, mengingat cuaca udah gak bisa ditebak lagi. Dulu kita masih bisa meraba-raba, katanya kalo bulan yang akhirannya "er" seperti September, Oktober, November, Desember, itu musim hujan. Tapi nyatanya sekarang udah gak gitu lagi, kadang hujan, kadang panasnya gila-gilaan.
Walaupun di beberapa media disebutkan bahwa curah hujan tahun ini lebih rendah dibanding tahun yang lalu, tapi dampaknya, menurut gue, jauh lebih besar. Kayaknya dulu gak sampe deh di Kampung Pulo sedalam 5-6 meter. Dan paling 1-2 hari udah surut, warga udah bisa balik kerumah, dan bersih-bersih. Tapi saat tulisan ini diterbitkan, ini udah hari kelima, dan BMKG sendiri memprediksi curah hujan akan masih tinggi sampai tanggal 22 Januari. Bagi yang terkena musibah, gue turut berduka cita, semoga musibah ini cepat berlalu.
Hari Minggu kemarin, gue nonton Mario Teguh. Topiknya "Bersabar Dalam Bencana," gue gak nonton semua tapi gue nonton saat segmen yang mempertemukan si Mario Teguh dengan 4 orang korban banjir, yang sebagian besar (kalo gak salah) tinggal di Kampung Pulo. Menarik nih, karena akhirnya, kali ini ada orang yang bener-bener susah hidupnya, yang berdiri di depan dan ngomong langsung sama si MT. Bukan mahasiswa galau, bukan fresh graduate sok idealis, bukan orang dewasa muda yang merasa dirinya pantas digaji tinggi. Kali ini, orang-orang berekonomi menengah ke bawah, bertingkat pendidikan rendah, dan bisa jadi jarang-jarang nonton newschannel. Orang-orang yang merasakan kerasnya hidup, dan bisa dibilang hampir mustahil dirubah cara pandangnya.
Langganan:
Postingan (Atom)